Autobiografi Nabila Kusuma Wardani
Autobiografi
Nabila Kusuma Wardani
Hai semuanya perkenalkan nama aku Nabila Kusuma Wardani lahir pada tahun 2006 tepatnya di kota pelajar, biasanya orang lain memangil aku dengan sebutan Nabila, walaupun familiar sekali nama tersebut tapi sangat berarti buat aku pribadi, disini kalian juga bisa memanggil aku dengan panggilan “Kusuma” ga tau aja aku sekarang lumayan suka dipanggil dengan panggilan itu. Aku hanyalah gadis yang biasa saja, sejak kecil aku memang selalu excetid disetiap tempat, namun aku juga dari kecil orangnya peka banget terhadap sekitar, tak jarang aku juga sering overthinking, itu kebiasaan yang buruk sih aku tau, jangan diikutin ya. Dari TK aku sudah harus didewasakan akan realita kehidupan, orang tua yang pergi berkerja semua mungkin itu yang menjadi pikiran ku bercabang, saat TK aku selalu ikut nenek di sawah, lumayan seru dan aku nggak pernah mengeluh saat diajak kesawah, dari pada aku dirumah sendirian. Walaupun di sawah aku juga cuma main, lihat nenek ngarit rumput habis itu kekandang sapi dan pulang, rutinitas setiap hari seperti itu. Anak kecil mana yang tidak iri ketika melihat teman-temannya dijemput orang tuanya ketika pulang sekolah tapi sayangnya gadis mungil ini harus mengubur angan-angan tersebut dan menerima kalau setiap hari harus dijemput neneknya. Hingga saat dimana aku dilarikan kerumah sakit karena kejang dan membuat aku harus dirawat di Rumah Sakit selama 3 hari. Sejak kejadian itu Ibu aku berhenti bekerja dan beliau selalu mengontrol ku setiap hari. Fun fact juga aku itu dari TK aktif ikut drum band sama tari, dari sini aku suka banget ikut ekstra tari bahkan di SD aku peringkat ke 5 diekstra tari, walaupun aku pendek saat SD tapi aku lincah lues dalam menari. Anak yang dulu sering dikatain pendek sudah mulai berajak menjadi gadis yang jauh dari kata itu, waktu di SMP aku tetap memilih ekstra tari dan hal yang tidak pernah kusangka bisa terjadi didalam hidupku aku masuk 3 besar dalam ekstra tersebut lalu aku mendapatkan kesempatan luar biasa untuk tampil menari di TVRI Jogja, bukan sampai disitu saja prestasi ku mulai berkembang hingga aku diberikan kesempatan kembali oleh sekolah untuk mengikuti OSN dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, mulai dari sini nilai akademik ku mulai ada kenaikan, hingga aku masuk peringkat 4 besar dalam satu kelas, mungkin untuk orang lain itu masih sebuah proses kecil, namun untuk aku inilah proses yang aku maksud, sejak SD aku tidak pernah bisa mencapai nilai akademik semaksimal ini, mungkin karena faktor aku juga daya tahannya lemah hingga sering pingsan dan faktor perundungan yang harus menjadikan masa SD ku tak seindah itu, pahit jelas tapi It’s okay. Di saat SMP kelas sembilan aku sudah memiliki planning untuk masuk SMA, karena aku cenderung suka teori dari pada praktek, tapi takdir berkata lain aku harus merelakan sekolah yang ku impikan dan aku masuk SMK. Tapi setelah aku masuk SMK disitulah aku menemukan orang-orang yang benar-benar bisa kuanggap keluarga, mereka tidak menghakimi ku, mereka tidak mengucilkan ku, tapi mereka menuntun dan menggandeng diriku. Perteman dari lingkup SMP dan SMK sangat paling aku sukai, dimana aku bisa menemukan rasa aman serta nyaman, walaupun semakin aku menginjak dewasa sekarang sering jadi pendiam, kalian tahu rasanya sudah berbicara namun tidak didengarkan?? Nah seperti itulah yang kurasa kan, oh iya aku dulu juga pernah ikut sanggar tari didaerah Prambanan dan aku mendapat kesempatan untuk mengikuti festival atau lomba gitu yang tempatnya di Universitas Gajah Mada, pada saat itu sanggar aku dapet nomer tampil awal, alhamdulillah nya kami bisa membawa piala harapan 2 dari lawannya satu jogja waktu itu. selama di SMK aku selalu mencoba hal baru, walaupun kondisi fisik ku tidak bisa sekuat teman-teman ku, hingga aku sering dilarikan kerumah sakit karena asam lambung ku kambuh, penyakit yang menurut ku sangat berat karena ketika aku memikirkan sesuatu yang begitu berat atau telat makan, yaitu konsekuensinya kambuh seketika. Aku masuk di SMK N 1 KALASAN banyak sekali yang memipikan bisa masuk kesini, beruntungnya aku bisa menjadi bagian dari sekolah ini, jurusan Kriya Batik dan Tekstil yang ku ambil saat sekolah disini, aku lumayan dibilang aktif juga bisa saat disekolah, namun aku juga sering menjadi anak yang pendiam, sejak kelas 10 sampai kelas 12 alhamdulillah aku mendapatkan rangking 3 besar dalam kelas, walaupun praktek ku tidak sebagus teman-teman ku, tapi aku selalu mengejar dengan nilai teori. Aku suka sekali menulis dan membaca, jadi aku selalu menggunakan waktu luang ku untuk ke perpustakaan sekolah ketika jam istirahat dan yang paling lucunya aku mendapatkan reward dari sekolah ku karena menjadi peminjam buku terbanyak disekolah, ya aku selalu suka pinjam buku diperpustakaan untuk aku baca dirumah, sedangkan dalam kegiatan menulis aku selalu suka membuat cerita di aplikasi wattpad, itu juga baru satu cerita tapi belum selesai sampai sekarang. Aku juga dipilih sekolah, karena menjadi 20 pembatik dalam dua Angkatan, jadi sistem nya kita bakal ikut 20 besar terus masuk ke 10 besar lalu 5 besar dan terakhir 3 besar, sayangnya aku gugur dan hanya bisa masuk 10 besar padahal itu kalau sampai masuk 3 besar aku bisa mewakili SMK ku untuk lomba satu DIY kategori batik. Pada saat menginjak kelas 12 aku sudah dibikin bingung dengan PKL, dimana aku harus sering izin karena mengikuti ujian ASPD juga untuk masuk perkuliahan, aku juga tidak lupa mengerjakan ujian PKL, ujian praktek sekolah llau mengerjakan laporan PKL dan membuat portofolio untuk SNBP, alhamdulillah aku bisa mengikuti SNBP tahun 2025 karena aku menjadi siswa eligible disekolah. Disini aku menargetkan Universitas Negeri Yogyakarta prodi Pendidikan Kriya dan pilihan kedua UIN Sunan Kalijaga prodi Ilmu Perpustakaan. Lumayan tegang saat menunggu hasil dari snbp, aku nggak terlalu berharap lebih karena aku sadar kalau saingan aku banyak, dan aku udah sepasrah itu sampai bilang ke diri ini “kalau belum lolos mungkin ada yang lebih indah diluar sana yang telah Allah rencanakan untuk dirimu”. Aku sudah sepasrah itu hingga saat waktu seleksi selesai aku mulai cek apakah aku lolos atau tidak, kuasa Allah itu memang menakjubkan aku lolos dipilihan pertama, waktu itu aku masih tidak percaya bisa menjadi bagian dari Satyakarta muda. Sekarang aku sudah semester 2 di Prodi Pendidikan Kriya, hobi yang sudah ada sejak SMK tidak pernah aku tinggalkan, aku selalu mengikuti lomba menulis puisi nasional, dilingkungan yang dulu sempat aku takutkan karen kehidupan dewasa memang seberat itu kini menjadi lingkungan ternyaman ku, aku menemukan teman yang bahkan dia tau tentang diriku, dia tidak pernah menghakimi dan lucunya kita satu sefrekuensi, aku sebut nama specialnya yaitu “mella” gadis cantik yang bukan orang Yogyakarta namun ia memiliki keistimewaan sendiri, banyak orang mungkin menilainya sebelah mata, namun mereka tidak tau seberapa damai sisi hidup gadis ini. Aku selalu diajarkan hal baik darinya, dia juga selalu ada ketika aku sakit ataupun sekedar curhat.
Gadis yang mulai beranjak dewasa ini mungkin memiliki impian yang cukup tinggi, aku sangat mengimpikan bisa menjadi seorang guru dimasa yang akan datang, sekitar 10 tahun kemudian aku juga saat berharap bisa menerbitkan buku ku sendiri, serta memiliki usaha sendiri dan menjadi wanita yang teguh selalu mencoba hal positif yang dapat merubah kehidupannya, aku adalah seorang gadis yang kebal akan cacian bahkan makian, aku tidak pernah melawan biarkan mereka menganggap kita apa, itu hak orang lain, aku tidak mungkin bisa merubah sikap semua orang untuk menyukai ku, yang selalu kutanamkan dalam hidup adalah “ingat roda kehidupan itu selalu berputar, mungkin kita sekarang masih dibawah tapi jika kita usaha maka roda itu akan berputar dan kita bisa sampai dipuncak” alangkah lebih baiknya jika kita sudah sampai diatas tidak lupa akan selalu rendah hati dan tidak pernah menyakiti orang lain dengan kata-katanya. Ingat selalu niatkan setiap aktivitas dengan ibadah karena Allah subhanahu wa ta'ala.
Komentar
Posting Komentar